Menteri Kesehatan RI melakukan kunjungan
kerja ke Arab Saudi dalam rangka menjalin kerja sama dan merumuskan
beberapa nota kesepahaman terkait kebijakan penyelenggaraan ibadah haji
tahun 1437 H/ 2016 M dengan Menteri Haji Kerajaan Saudi Arabia. Tim
Delegasi Indonesia yang turut menghadiri pertemuan dengan Menteri Haji
yang dilaksanakan pada tanggal 13 Maret 2016 di Kantor Kementerian Haji
Kerajaan Saudi Arabia adalah :
- Menteri Kesehatan RI : Prof. Dr. dr. Nila F. Moeloek,Sp.M(K)
- Menteri Agama RI : Lukman Hakim Saifudin
- Sekretaris Jenderal Kemenkes : dr. Untung Suseno Sutarjo, M.Kes
- Dirjen Penyelenggara Haji & Umrah : Prof. Dr. Abd Jamil
- Konsulat Jenderal RI di Jeddah : Dharmakirty Sailendra Putra
- Kepala Pusat Kesehatan Haji : dr. Muchtaruddin Mansyur, Sp.OK, Ph.D
- Direktur Keswa & Napza Ditjen PP&P : Dr. dr.Fidiansjah, Sp.KJ, MPH
- Direktur Pelayanan Haji LN Ditjen PHU : Sri Ilham Lubis, LC
- Staf Teknis Urusan Haji Jeddah : DR. Dumyathi Bashori
- Kabag TU Pusat Kesehatan Haji : Roesidi Roslan,SKM, MPH
- Kasubag PI Pusat Kesehatan Haji : dr.Thafsin Alfarizi, M.Sc
- Menteri Urusan Haji KSA : DR. Bandar bin Muhammad Hajjar
- Beberapa Deputi dari Kementerian terkait
Tim Delegasi Indonesia mengadakan
pertemuan dengan Menteri Urusan Haji Kerajaan Saudi Arabia Bapak DR.
Bandar Bin Muhammad Hajjar, Minggu (13/03/2016) guna membahas dan
merumuskan MoU persiapan pelaksanaan ibadah haji. Keputusan dari
pertemuan ini akan menjadi pedoman bagi Pemerintah Indonesia dalam
menyusun Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun ini.
Sebelum pertemuan tersebut, tim dari Kementerian Kesehatan yang
diketuai oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan melakukan
persiapan di Arab Saudi. Tim yang berangkat dari Indonesia tanggal 8
maret 2016 ini terdiri dari:- Sekretaris Jenderal : dr. Untung Suseno Sutarjo, M.Kes ( Ketua Tim)
- Kepala Pusat Kesehatan Haji : dr. Muchtaruddin Mansyur, Sp.OK, PhD (wakil Ketua)
- Kabag TU Puskeshaji : Roesidi Roslan,SKM, MPH (anggota)
- Kasubag PI Puskeshaji : dr.Thafsin Alfarizi,M.Sc (anggota)
- Melakukan kordinasi ke Kantor General Directorate of Health Affairs di Madinah, dengan topik yang disampaikan:
a. Dalam dua tahun terakhir klinik sektor di Madinah tidak diperbolehkan dibuka oleh dinas kesehatan di Madinah.
b. Pada prinsipnya Dinas Kesehatan di Madinah akan memberikan ijin membuka layanan kesehatan pada musim haji, bila Misi Haji Indonesia memberitahukan jumlah klinik yang akan dibuka dan memenuhi persyaratan yang berlaku.
c. Saran dari Dinas Kesehatan Madinah sebaiknya disampaikan kepada Kementerian Urusan Haji KSA. - Kunjungan ke Fasilitas Kesehatan di Balai Pengobatan Haji Indonesia di Madinah. Pada saat kunjungan, lift pasien sedang dalam proses penyiapan.
- Menjenguk jemaah haji indonesia a/n. Ibu Tasmunah Binti Amin asal kloter JKS 45 yang masih dirawat di Rumah Sakit Al Dar. Kondisi jemaah masih belum bisa dikembalikan ke Indonesia dikarenakan belum layak terbang.
- Mengikuti pertemuan dengan Rombongan Menteri Agama RI di Kantor Urusan Haji, dengan pembahasan:
a. Paparan Dirjen Penyelenggaran Haji tentang progres report penyelenggaraan haji tahun 2016.
b. Penyampaian konsep pembinaan dan isthitaah kesehatan haji pada tahun 2016 oleh Bapak Sekretaris Jenderal Kemenkes dan Kepala Pusat Kesehatan Haji.
c. Pembahasan draf MoU penyelenggaraan haji tahun 2016 yang disampaikan oleh Direktur Pelayanan Luar Negeri Ditjen PHU. Pointers pembahasanya mengenai layanan di bidang Kesehatan, pemondokan, katering, transportasi, upaya peningkatan fasilitas di Arafah, Muzdhalifah dan Mina.